Papa pulang! Papa pulang!
Akhirnya si Yoyo pulang juga dari Jogja, setelah 4 hari dinas di sana. Hari Jum'at sebelumnya beliau menelfon untuk menanyakan keadaan rumah, tapi bagi gue ini adalah telefon untuk menitip oleh-oleh. Dengan sigap gue merebut telefon dari Emak gue, lalu berbasa-basi sampai pertanyaan : "Kamu mau oleh-oleh apa?" terlontar.
(Hahaha memang kurang ajar anak kayak gini)
Sekitar 3 menit berbasa-basi, gue terdiam dan yang di sebrang juga diam.
5...
4...
3...
2...
1...
Papa : "Kamu mau oleh-oleh apa?"
BINGO, tepat dugaan gue.
Gue : "Baju Dagadu dong hehe."
Nyokap gue yang tampaknya tau arah pembicaraan ini ikutan nimbrung, "Cha, kalo Mama titip baju batik ya!"
Gue : "Pah, Mama nitip baju batik. Lagi gencer batik tuh Mama."
Papa : "Halo? Halo?"
Gue : "Pah? Pah? Kok putus-putus?"
Papa : -TUT TUT-
Wah gue rasa sengaja ini orang matiin telfon gara-gara gue sama nyokap minta oleh-oleh. Gue cuma berharap semoga Papa mendengar permintaan gue.
Ketika Papa datang, gue langsung menyambut dengan senyum (sok) ramah.
Papa : "Tuh oleh-oleh, ambil di tas yang itu."
Gue : "Huehehehe, asik" (langsung membuka isi tas)
Sebuah baju panjang merah marun, bertuliskan "Knocking on Heaven's Door" dan pada labelnya bertuliskan "Oblong Muslim Dagadu".
Buset, kayaknya gue disuruh tobat darurat sama Bokap. Padahal gue ngarepnya baju Dagadu yang tulisannya nyeleneh dan kocak gitu, tapi yasudahlah.
Tiba-tiba Nyokap nyeletuk, "Mana punya Mama? Pasti ini orang pikun."
Papa langsung membuka kopernya dan melempar sebuah bungkusan. Gue langsung membukanya dan berharap itu baju batik pesanan Mama yang berarti bisa gue sewa dengan gratis.
Ternyata isinya adalah : 4 buah celana batik
Ruang kelurga pun mendadak sepi. Krik krik.
Salahkan si Babe apa pertelekomunikasian Indonesia?
BRAVO YOYO! BRAVO TELKOM!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar