Minggu, September 07, 2008

Cerita Cabut Lagi

Jum'at 29 Agustus 2008

Hari ini cabut yeay! Padahal hari ini Halal bi halal jadi pulang cepet. Ha-ha-ha. Temen-temen gue yang tidak cabut berencana ke daerah Tebet sesudah sekolah. Gue pun ikut serta dengan baju bebas dan yang lainnya berseragam. Sempet gue nunggu sekitar 1 jam di deket sekolah, dengan perasaan was-was. Takut kalo ada guru lewat dan menegor. Hiyalo, males banget kalo kayak gitu ya.

Setelah bertemu dengan teman-teman, saatnya mencari taksi berhubung tidak adanya kendaraan pribadi yang nganggur. Menggunakan 2 taksi bertarif lama, gue berada di rombongan taksi pertama dengan supir yang sok tau-nya naujubillah. Saat mobil taksi itu melewati jalan di sekitar Halim, terjadilah hal menyebalkan.



Suara radio operator : “Ada yang di daerah Kodam, Kalimalang?”

Fitri : “Wah, daerah kita tuh!”

Supir taksi : “Oh Kodam, yang itu kan?”

(sambil menunjuk dengan percaya dirinya ke arah Kompleks Halim, yang jelas-jelas di gerbangnya ada tulisan “HALIM” bukan “KODAM”.)

Gue : “Itu Halim kali Mas, Kodam mah yang kita naik tadi.”

Supir taksi : “Ah masa?”

Gue : “Perlu puter balik?” (sambil ngeluarin golok)

Supir taksi : (diem, ketakutan sama preman Kodam kayak gue)

Yang lain : (nahan tawa)


Anjrit, pede jaya banget kayak lo kayak toko bangunan.


Sesampainya di Tebet, gerombolan wanita ini langsung menyerbu toko dan menghamburkan duit suami (berasa ibu-ibu arisan). Pas mampir di Square Inc. kecacatan gue mulai terlihat dan otomatis karyawan disana nganga. Gue ajak bercanda aja, sok akrab. Lalu 1 kalimat terlontar dari salah satu karyawan disana : Lo mau ga kerja disini?

Syok? Tidak, ini sudah keberapa kali saya ditawari kerja dan untuk kesekian pula cuma saya jawab dengan cengengesan.

Pengen? Banget, seru kali yah punya duit dari usaha sendiri. Gak melulu ngemis ke bokap dan nyokap.

Tapi? Waktu dan izin. Gue bingung, kapan bisa kerjanya dan bagaimana izinnya.


Ah nikmati hidup sebagai pelajar dulu aja kali ya...

Tidak ada komentar: