Selasa, September 08, 2009

Suddenly, Surprised!

3 September 2009, saya pikir akan menjadi hari pengulangan tahun saja. Saya terbangun dengan lemas, sms sudah bertumpuk di layar handphone. Kemudian ayah ibu saya memberikan selamat di meja makan. Alhamdulillah, terima kasih kalian belom pikun soal ini Ma, Pa.
Masuk sekolah, saya masih berjalan gontai karena begadang larut akhir-akhir ini. Sekolah sudah padat dan beberapa gerombolan sudah bersenda gurau di luar kelas. Saya melewati mereka, beberapa langkah lagi saya bisa meninggalkan kerumunan itu. Saya bergegas karena sedikit telat pagi itu.
"EIYA CUUUUL HAPPY BIRTHDAY YAA!" sepenggal suara memecah keramaian kerumunan. Ya sontak saja orang-orang bergantian mengucap selamat. Saya juga berganti mengucap selamat kepada Esak yang juga berulang tahun hari itu. Alhasil saya tersendat untuk beberapa waktu di situ. Tidak apa, terima kasih ya Emperor!
Sepanjang perjalanan ke kelas sampai masuk kelas, nama saya berganti menjadi "birthday girl" bersama Yupo yang juga berojol di hari yang sama. Kata-kata "selamat" lagi-lagi berhamburan, begitu juga dari Ibu Sundari selaku guru biologi saya. Terima kasih ya kelas XII IPA 1, Belai Asmara!
Matahari makin terik dan sms makin memenuhi kotak masuk di hp saya, untung pulsa saya sedang bercukupan dan tidak berada di masa tenggang, jadi saya bisa membalas ucapan mereka. Terima kasih yang mengucapkan via SMS, Facebook maupun Twitter! Terima kasih juga *9Soulmate!
Yang saya tunggu, belum juga mengucapkan selamat. Ya sudahlah, saya tidak mau memikirkan itu. Saya sedang tersenyum senang dengan berbagai macam ucapan dan do'a yang dipanjatkan. Saya jadi melupakan harapan muluk saya seperti yang saya tulis disini.
Bel pulang berdendang, saya menyerbu kantin di luar sekolah berhubung perut lapar dan sedang berhalangan berpuasa. Tiba-tiba hp saya bergetar panjang, mba saya menelfon.
"Ya, halo Yu? Kenapa takut? Loh emang ada gempa di rumah? Aku disini ga ngerasa Yu. Iya yaudah aku langsung pulang, ini juga udah di jalan kok." -klik-

Iseng amat? Masa mba saya yang gagah perkasa itu tiba-tiba takut dengan gempa? Saya langsung menyimpulkan, mungkin beliau sedang PMS alias di masa senstif dengan goyangan. Tak pikir panjang, saya cegat angkot bersama Rein dan Sita yang menemaniku pulang.
Sesampainya di rumah, mba saya terlihat baik-baik saja malah cenderung tertawa sendiri. Saya bingung, inikah efek samping terkena gempa? Saya jadi merasa sedang dikerjai mba saya agar cepat pulang.

Saya merebahkan diri di sofa hitam panjang, menyetel TV. Sekilas saya ingin sekali melepas seragam batik saya dan hanya berpakaian seadanya seperti biasa. Namun entah kenapa saya terlalu malas untuk bergerak. Tiba-tiba mba saya berteriak dari dapur, "Cha, Yu mau pergi, kamu gak apa-apa di rumah? Ga takut?"
Lah apaan sih, saya sudah acap kali ditinggal sama dia yang doyan berkelana dan pagar sering sekali terbuka di saat saya sedang di kamar mandi. Saya balas dengan bentakan, "Yaudah sih pergi, kayak ga pernah ditinggal aja!"
Lalu saya melihat sekilas bayangan putih di taman belakang. Saya mikir, perasaan tadi mba saya lagi buka kulkas di dapur deh, kok bisa ada di belakang? Ah mungkin itu hanya kesalahan optika, tetap berpikir positif.

Mba saya masuk kamar Mama saya. Begitu dia keluar, terdengar lagu Jawa. Saya makin bingung. "Itu tadi Yu nyetel radio hehe" cekikikan.
Saya makin makin bingung. Sejak kapan mba saya bisa nyetel radio? Oh, mungkin sudah terjamah teknologi ya tu orang.
"Cha sini deh, Yu takut nih!" teriak mba saya dari dapur.
Saya yang sedang ingin bersantai menjadi kesal sekali. Saya membentak dan berlangkah besar-besar menuju dapur.

Tiba-tiba... Voila! Dua wujud makhluk putih-putih muncul dari dapur mengagetkan saya. Mba saya tertawa. Untuk sepersekian detik saya hanya kaget dan tau itu hanyalah manusia berpakaian mukena. Tapi setelah mereka maju mendekati saya, entah kenapa saya langsung teriak dan.... menangis.
Beberapa orang turun dari tangga menyanyikan lagu "Happy Birthday" sambil membawa kue mini dan 2 makhluk putih itu menyingkap mukenanya, taa-daa! Roja dan Neli. Ternyata Mati Suri!
Semua yang tadinya sempat tertawa menjadi panik melihat saya yang makin histeris kaget. Saya takjub, saya tidak percaya mereka ada di sini, di hari ulang tahun saya. Tak lupa saya mengucap do'a, untuk selalu diberikan kesempatan bersama mereka dan untuk kelulusan PTN bagi Mati Suri! Huuuuffft... lilin pun padam dan semuanya memeluk saya. Terima kasih!
Mereka sudah biasa datang ramai-ramai ke rumah saya, lalu bersantai di sofa kemudian bermain hujat-menghujat. Menyaksikan adegan itu kembali di rumah saya dan membawa tawa bagi saya, merupakan kado terindah dari mereka.

Tidak lama, mereka semua pamit pulang. Saya tidak merelakan mereka begitu saja tanpa foto kenangan. Jadi kami berfoto-foto di garasi dan tengah jalan. Tolol sekali. Tiba-tiba (lagi), sebutir telur mendarat di ubun kepala saya. Pecah. Disusul telur-telur berikutnya, ditambah tepung dan kopi. Jadilah saya seonggok tiramissu lezat.


Pecahan telur, tepung dan kopi berhamburan di jalan berkat jebakan kedua mereka, saya mencoba memeluk mereka tapi sayang mereka tidak mau batal puasa. Kami berfoto lagi.


Mati Suri : Neli, Dayi, Fitri, Cyta, Fia, Roja, Dendi, Restu, Jeki, dan Awan.

Kampret memang, ternyata mereka sudah bersengkongkol dengan mba saya dan sudah menyusun skenario untuk menakuti saya kemudian mereka sudah standby di rumah saya dari jam 2. Walaupun tidak semuanya ada, tapi saya sangat senang dengan pemberian dari Mati Suri kesayangan. Selamat Mati Suri yang paling tuman, kalian mampu membuat saya takut dan terkejut! (maaf ya fotonya sedikit, gue juga ga tau kemana foto-foto lainnya)

Saking baunya, saya disuruh mandi. Saya mondar-mandir nyari handuk saya, otak saya sedikit korslet setelah semua yang terjadi. Tiba-tiba hp Fitri berbunyi, "Ha? Apa Sit?". Lalu Fitri keluar.
Sekembalinya Fitri, saya langsung bertanya ada apa.
"Itu si Sita, iya Sita elo. Dia mau ke rumah gue minjem buku, secara kalo ke rumah gue kan deket."
Saya bingung. Rumah Sita itu udah paten berada di Bekasi dimana banyak siswa 81 bermukim. Sedangkan rumah si Fitri sudah paten banget di Jakarta yang notabenenya agak jauh dari rumah Sita. Bodo ah, saya pun ngacir ke kamar mandi karena saking ga tahannya dengan bau amis.

Ketika saya hendak mensucikan diri, orang-orang sudah pada ribut mau pulang. Fia bertanya, apakah saya bawa baju apa tidak. Gobloknya, saya lupa bawa baju ke kamar mandi. Akhirnya diambilkan daster emak saya. Hanya daster. Lalu orang-orang makin riuh pamit pulang.
Fia berteriak, "Aduh Cul! HP GUE ILANG! Eh eh yaudah deh cul gue pulang aja. Kalo ketemu, besok bawa ya! Daaaah!"
Saya bingung, sejak kapan Fia mau merelakan secuil barangnya, apalagi ini handphonenya yang sudah jadi pegangannya tiap hari? Saya tidak bisa berkata apa-apa, mendadak terdengar sunyi. Kali ini tampaknya mereka serius pulang. Lanjutlah saya mandi sambil sesekali bersenandung "Gives You Hell". Lucu, lagu itu tidak sesuai dengan mood saya yang sedang senang ini. Berkali-kali senandung saya dipotong karena mba saya, "Chaaa kapan selesai? Yu mau keluar bentar nih, cepetan dong mandinya!"

Nah kan susah bersihin bahan adonan ini, saya sampai keramas kurang lebih 5 kali. Setengah botol sampo ukuran besar saya kuras untuk keselamatan rambut saya. Begitu keluar kamar mandi dengan busana daster, 2 potong kue kecil dengan lilin yang sudah hampir habis bertengger di lantai. Saya tengok ke arah kiri, beberapa orang licik sudah terkapar di sofa sambil tersenyum. Di situ bersemayamlah si Rein, Vivian, Sita, Donna dan Nana dengan muka letih. Sepertinya mereka kelelahan menunggu saya usai mandi. Saya kaget, lalu saya bergegas ke kamar sambil teriak-teriak. Karena sangat sangat tidak nyaman berbusana daster tipis tanpa dalaman apa pun. Sayangnya, pintu dikunci. Reinata tersenyum sambil memamerkan kunci yang ada di genggamannya. Aduh berbaju tanpa kolor lebih menyiksa dibandingkan siksaan lemparan telur.

Karena saya makin cerdas, saya menuju ruang setrika di lantai atas untuk mengambil dalaman dan berganti baju. Saya menuruni satu per satu anak tangga sambil tidak berhenti menghujat mereka yang sudah sengkongkol dengan Mati Suri. Ketika saya sampai di anak tangga terakhir, sesosok makhluk tinggi besar mendekat sambil memegangi sebuah kue dengan lilin yang menyala.
Ya, saya sangat mengenalnya. Saya tau itu. Itu kue oreo cheesecake idaman saya.



Kue idaman saya itu dipegang oleh lelaki idaman, Irvin. Dia dengan tampang tololnya menyodorkan kue untuk segera ditiup. Otak dan bibir saya langsung tidak sinkron, saya tidak bisa meniup lilin itu, kaki saya bergetar, saya terduduk lemas. Saya masih tidak percaya bahwa yang ada di kamar saya adalah Irvin, itulah mengapa kawan-kawan saya mengunci kamar saya. Detik kesekian, saya masih tidak sanggup untuk meniup. Kaget! Ka-get. K-A-G-E-T. Saya mondar-mandir, bingung. Salah tingkah adalah deskripsi yang tepat.



Saya bahkan lupa saya berharap apa sebelum tiup lilin. Saatnya potong kue, saya bingung memberikan kue pertama ke siapa. Kode dari teman-teman saya mengisyaratkan untuk memberikannya ke Irvin. Bodoh sekali, saya pakai bingung segala. I'm freaking out, again.


Thank you for these girl! I love you tissue! Take a look at me, how happy i was :3




Kemudian satu per satu mereka pulang, saya dan Vivian berangkat EF bersama Irvin. Sampai di sana, si nenek cerdas ini meninggalkan saya dan Irvin berdua di mobil. Irvin terlihat bingung lalu dia mengambil sesuatu di jok belakang.
Irvin : "Aku punya kado buat kamu, tapi sebelum itu kamu harus isi tts dan crosswords ini. Setiap satu kertas selesai, kamu dapet satu kado. Dan ini ada 6 kertas."



Saya mengelak tapi pada akhirnya saya memilih untuk mengerjakan dengan kilat karena EF sudah mau masuk. Saya mengutamakan crosswords yang saya anggap lebih mudah dan saya mendapatkan kado-kado saya walaupun ada 2 soal yang belum terjawab : "kata ganti bodoh" dan "festival besar musik di Inggris"



1. Begitu saya mendapat kado berbentuk bulat ini saya girang bukan main. Bentuknya bulat menggemaskan, warnanya menawan apalagi ditambah pita ungu! Setelah dibuka, saya lebih girang lagi. Seekor kalung burung hantu! Saya memang lagi ngidam burung hantu dan ternyata Irvin memberikanku satu.




2. Kemudian saya mendapatkan sebuah piyama! Katanya, "Kan kamu hobi tidur soalnya"



3. Terus, saya juga mendapatkan sebuah papan jalan beserta alat tulis, siap tempur!



4. Disusul sebuah vinyl figure dan sepaket gelang. Love it!



5. Irvin : "Ini nih hadiah yang paling ga ngeluarin biaya apa pun"
Saya ingin melarat, ini adalah hadiah yang paling mengesankan. 2 buah CD berisi lagu-lagu untuk saya, lengkap dengan penggalan liriknya dan 2 buah voucher untuk berpergian dengannya ; "A Day With" dan "Trip Around The City".




Then he asked me about the future, am i ready or not. He asked, "If i were Yoda, would you like to be my Anakin?"

, Master.


Thank you so much, Vin!





8 September 2009, sekolah berjalan singkat karena adanya acara anak sosial. Saya memilih kabur bersama Irvin, temu kangen. Dia ke rumah saya, membuat saya tertawa dan memainkan beberapa lagu dengan gitar. Sorenya saya harus berpisah karena ada tes EF!
Tanpa belajar, saya pandangi soal-soal itu. Susah ya. Untung EF, bisa nyontek leluasa. Si Raka, smartest boy in class sudah selesai. Guru saya, Mairie memintanya untuk pindah ruangan dan membantu sesuatu entah apa itu. Saya coba mengerjakan yang masih kosong.
Satu per satu telah selesai, mereka juga diminta keluar untuk melakukan sesuatu. Ngerjain crossword atau game mungkin ya, pikir saya.
Mairie : Are you finished?
Saya : Umm... yes.
Mairie : Could you please stand up there for a moment?
Saya : Well, okey

Saya bingung, saya disuruh keluar. Yasudah saya jalan-jalan saja di koridor kelas. Sekilas mengintip apa yang mereka bicarakan di dalam.
Mairie : "Okey come in Aisha!"

Saya masuk lagi ke kelas dan tiba-tiba si Mairie keluar terus matiin lampu. "Here we go! 1,2,3!"
Tiba-tiba... RHYSS, guru EF paling ganteng, kecengan makhluk hawa kelas saya, datang ke kelas dengan membawa sebuah kue! Serentak semuanya berteriak, "Happy Birthday Aisha!"
Thank you London class, Mairie and Rhyss!





Thank you so much all of you fellas! Thanks for made my day, my 17th birthday.


♥ September 3rd 2009
Image and video hosting by TinyPic

2 komentar:

MIGOMAGI Brand mengatakan...

satu lagi ucapan dari kami,
selamat ulang tahun ya... hehe..
ceritanya seru..

salam kenal ya..

Serra Annisa mengatakan...

rhys memang baik sekali ya cul. miss youuu!