Minggu, 21 Maret 2010
Kondisi kala ini benar-benar tepat untuk mencuri waktu bersamanya. Fajar belum menyingsing, tapi saya sudah berada di dalam mobil hitamnya. Dia mengajak saya untuk mencari sarapan, tapi saya belum merasa lapar. Saya hanya ingin bersandar di tubuhnya, selagi dia menyetir. Sesekali dia mengusap rambut saya. Langit masih gelap, mobilnya melaju pelan dan hanya mengikuti alur jalan yang masih sepi. Tak lama kemudian, sayup-sayup sinar matahari mulai masuk dalam pandangan kami. Melihat matahari terbit dengan dia benar-benar membuat saya damai.
Dalam hati saya berharap suatu saat nanti kami bisa tinggal bersama di sebuah rumah mungil dan menyaksikan matahari terbit setiap paginya seperti ini.
Kamis, 1 April 2010
Saya mengirim sebuah email.
Sabtu, 8 Mei 2010
Saya berada di Bandung dan berencana untuk menyaksikan konser Copeland di Eldorado. Ini menjadi konser pertama saya dengan dia. Hari ini pula saya akan diperkenalkan dengan teman-temannya. Kalut sekaligus bersemangat. Saya diantar kakak saya menuju Mcd Setiabudi lalu disana saya bertemu dengan dia dan dua orang temannya, Ka Age dan Ka Jamtong. Dari situ kami berangkat menuju venue. Dan memang padat sekali disana, macet dan dipenuhi orang-orang yang (alhamdulillah) sudah "tersaring". Tiada alay atau aspek yang membuat konser disana menjadi tak nyaman. Kemudian saya diperkenalkan ke semua teman-temannya. Bisa dibilang saya nyahok. Canggung? Jelas. Untunglah, teman-temannya cukup seru jadi tidak terlalu sulit untuk berbaur. Saat saya memasuki venue, panggungnya tertutup tirai tipis yang menjuntai. Cukup lama kami menunggu, sekitar 30 menit. Akhirnya lampu sorot menyala di balik tirai itu dan bayangan para personil Copeland terlihat. Lagu "Priceless" sebagai pembuka, dimainkan bersamaan dengan jatuhnya tirai. Dan itu lagu yang paling saya suka dari Copeland... Saya ingat waktu itu dia pernah bilang, "Karena kamu itu priceless, Aisha". Kalimat ini pula yang membuat saya makin menyukai lagu "Priceless". Sepanjang konser, saya menggenggam tangannya. Kadang dia merangkul saya. Saya bernyanyi kecil-kecil dan saya harap dia mendengar bahwa memang lirik-lirik itu saya tujukan kepadanya.
"Cause I need you
Like the dragonflies' wings need the wind
Like the orphan needs home once again
Like heaven needs more to come in
I need you here"
Setelah puas menonton Copeland, saya bersama dia dan teman-temannya menikmati makanan Bandung sampai pagi. Seru sekali, saya bisa melihat dia bersenda gurau dengan temannya. Karena saya sedang tidak nafsu makan, dia menyuapi saya di depan teman-temannya! Sikapnya itu benar-benar membuat saya salah tingkah dan malah menolaknya. Maaf ya... Tapi sungguh malam itu sangat menyenangkan!
Jumat, 21 Mei 2010
Saya kesuliatn untuk tidur malam ini. Kemudian dia menelfon dan menyanyikan lagu Ninabobok untuk pertama kalinya. Yep, ninabobok.
"I'll sing to you even better in the near future."
Selasa, 1 Juni 2010
Hari ini saya ketemu dengan dia! Setelah sekian lama, akhirnya bakal ketemu juga. Saya berniat membuat sarapan untuk dia. Oleh karena itu saya bangun pagi-pagi sekali untuk membeli bahan-bahannya terlebih dahulu. Saya akan memasak pancake atau panekuk! Saya belum pernah memasak resep ini sebelumnya dan kasihan sekali dia harus menjadi perdana. Dengan segenap hati saya bergaya seperti Farah Quinn, baju seksi, tangan seksi, bahan yummy, tapi hasil adonan pertama... GAGAL TOTAL. Terpaksa saya bolak-balik ke warung untuk membeli bahan-bahannya lagi. Segenap hati lagi mencoba seperti "Ala Chef" daaaaan adonannya berhasil! Tetapi saat dituang ke wajan, gagal. Adonannya terlihat seperti crepes, bukan panekuk. Kata mbak saya, "Kok kecil? Ini sih namanya surabih."
Adonan kedua, gagal lagi. Sampai pada adonan keempat, barulah matang bewarna coklat seperti panekuk pada umumnya! Kemudian saya membuat saus stroberi sebagai pelengkap. Senangnya luar biasa! Saya sampai bergumam seperti ini, "THIS IS IT, PANCAKE A LA AISHA! Yummy & sexy food!".
Dia tertegun ketika saya membawakannya sekotak panekuk. Saya menyuapi dia sendok demi sendok layaknya bayi. Dan dia suka sekali! Sejak saat itu, dia ketagihan.
"irvinaldianto: @aishasevina yess! me likey those pancakes!!! :)"
Sabtu, 26 Juni 2010
Sore hari itu dia datang ke rumah. Kami melakukan banyak hal, bercanda sambil mengusap perut buncitnya adalah kegiatan favorit saya. Dia sanggup membuat saya tertawa dan nyaman dalam rangkulannya. Sampai akhirnya dia harus berangkat kerja untuk meliput sebuah acara musik. Dalam hati saya jengkel sekali dan mengutuk band-band itu. Saat itu saya benar-benar menginginkannya dia tetap bersama saya, sampai akhirnya kami harus bertengkar. Dia yang sudah di tempat itu, akhirnya memutuskan pulang untuk bertemu saya lagi. Ketika saya sudah di dalam mobilnya, saya merasa bersalah karena telah membuat pekerjaannya berantakan. Dia hanya diam, cenderung menyikapi saya dengan sinis. Saya menjelaskan alasannya mengapa saya begitu menginginkan dia malam ini.
"Karena aku cuma punya sedikit waktu untuk sama kamu. Walaupun Bandung itu ga jauh, tetep aja bakal lebih susah untuk ketemu. Aku cuma pengen puas-puasin 1 bulan ini untuk 4 tahun ke depan..." ujar saya sambil sedikit terisak.
Dia menghela nafas kemudian menggenggam tangan saya. Dia memotivasi saya agar hubungan ini tetap berhasil walaupun jarak kami nanti jauh. Tetap saja... saya takut. Saya sudah terbiasa dengan keberadaan dia di dekat saya. Walaupun ada banyak teknologi seperti telefon, twitter atau bahkan skype, apa itu bisa menjamin semuanya? Apa itu semua bisa menjamin kekhawatiran dan kerinduan saya nanti?
"Boleh peluk?"
Dia langsung menarik badan saya. Pelukannya memang mujarab, selalu bisa menyembuhkan saya jika sakit atau sedih. Saya terdiam di balik lengannya sambil menikmati pemandangan cahaya lampu Jakarta di malam hari sambil diiringi lagu Blueboy - Always There. Kota ini memang brengsek tiap harinya, tapi di tengah malam seperti ini bersama dia... kota ini sempurna.
Akhirnya kami mampir ke Oh La La Menteng. Iseng, hanya menyeruput secangkir kopi hangat sambil menonton bola disana. Amerika Serikat melawan Ghana saat itu. Beberapa bapak-bapak begitu antusias menonton, termasuk dia. Saya lebih antusias melihat gerak-geriknya daripada melihat kotak besar yang bernama televisi itu.
Kopi saya sudah habis. Kami pun pulang.
Sabtu, 3 Juli 2010
Apa yang membuat saya sayang dengannya?
Saya ingin sekali menjabarkannya tapi memang perasaan sayang ini untuk dirasakan, bukan dijabarkan.
"irvinaldianto happy monthlyversary @aishasevina !! so happy!! :)"
"...lets make this relationship even better... so we can reach another yearlyversary after another yearlyversary! i'm so happy with you by my side..never felt like this before.."
Genap 10 bulan. Hubungan terpanjang yang pernah saya tempuh. Dan saya merasakan masih seperti 10 hari. Kami masih merasakan kejutan setiap hari yang terlewat. Dan tiap harinya saya bersyukur, dia masih disini bersama saya.
Oh yes, I'm blushing
P.S: Irvin, Aisha benar-benar sayang kamu! Lets make another moment ♥
P.S: Irvin, Aisha benar-benar sayang kamu! Lets make another moment ♥



Tidak ada komentar:
Posting Komentar