Kamis, Desember 11, 2008

Dunia Fantasi Saya

“Waw, sebuah taman hiburan! Ini Dunia Fantasi! Ayo naiki wahana yang ada dan nikmati permainannya!”

Aku menikmati sebuah wahana, biang lala.

Terus-menerus, tidak ada pikiran untuk pindah.

Kemudian wahana itu menunjukkan kerusakannya.

Aku pun pindah ke wahana lain.

Wahana kereta api mini, sangat menyenangkan.

Kian lama, aku akhirnya sampai di titik jenuh karena kereta ini hanya berputar dalam jalur yang sama.

Dan beberapa gerbong mulai terlepas dari rangkaiannya.

Aku menatap biang lala dari jauh, wahana kesukaanku dulu.

Seiring matahari terbenam, biang lala makin ramai.

Aku ingin kesana lagi.

Aku meninggalkan ragaku di kereta api mini itu karena ragaku terikat nama.

Hanya jiwaku yang merasakan sepotong kenikmatan saat di puncak biang lala.

Angin menderu wajah dan rambut berterbangan dibelai manja hembusan angin.

Lalu beberapa muka yang lazim menyapa masih dengan akrabnya, “Hei, kemana saja kamu?”

Aku terdiam.

Kenikmatan yang semula kurasakan lenyap, terganti rasa bingung untuk menjawab.

Tentu aku punya alasan. Tapi terlalu remeh untuk dijelaskan.

Aku dan egoismeku adalah alasan sebenarnya.

Aku selalu saja tidak bisa berada di satu wahana.

Aku selalu ingin lebih namun tidak bisa memilih.

Dan sekarang aku ingin mempunyai rumah di antara kedua wahana itu.

Karena saya mencintai keduanya...

2 komentar:

Philosophia mengatakan...

Ini apa?

apa ini?

Aisha Sevina mengatakan...

ini itu.
udah aku kasih tau kan yah heheh