Saya peringatkan, posting kali ini agak-agak vulgar, jadi yah maaf sebelumnya. Ga ada maksud buat dirty jokes juga, tapi yaaaa begitulah! Saya baru teringat cerita saya tadi sore ketika sedang ngobrol tiada tema bersama pakarnya si Holly.
Begini, saya punya om. Adik kesekian dari Papa saya. Saya lupa nama panjangnya, kalau ga salah itu Rezaldi bla bla bla siapa gitu. Daridulu saya sudah diajarkan untuk memanggilnya Om Memek.
Jangan visualisasi yang bukan-bukan! Jangan pernah berpikir bahwa om saya adalah seonggok kelamin wanita berjalan! Om saya normal kok! Emang dari lahir di Surabaya dia sudah dipanggil seperti itu. Dan saya tidak tertarik untuk bertanya "kenapa bisa dipanggil seperti itu". Nampaknya eyang saya tidak tahu bahwa kata slang itu salah! Sangat salah! Apalagi di Jakarta.
(Kata memek itu bahasa slang dari Jakarta bukan ya? Bagi yang tahu asal usulnya tolong obrolin di cbox saya ya)
Lalu Mama saya bercerita. Dulu ketika keluarga eyang saya beserta anak-anaknya yang masih kecil sedang berlibur dan berbelanja di pusat perbelanjaan ibukota, Om Memek itu hilang.
Kalo sekarang ilang mah gampang yah tinggal telpon, lah ini pas jaman dulu. Anak kecil ilang kan berabe, ya mau ga mau ke bagian informasi.
Om Hamami, adik Papa saya yang paling kecil-lah yang meyadari bahwa si Memek itu hilang. Dia dan beberapa kakaknya memutuskan ke bagian informasi untuk melaporkan berita hilang ini.
Hamami : "Mbak mbak, kakak saya hilang..."
Petugas : "Ciri-cirinya seperti apa ya dek? Biar kita bantu cari"
Hamami : "Bla bla bla bla (saya ga diceritakan detail tentang ini dan lagipula ini tidak penting!)"
Petugas : "Oh baiklah, nama kakaknya siapa ya dek?"
Hamami : "Memek" (dengan polosnya)
Petugas : (tertegun) "Ngg... Hmm... Ga ada nama lain ya?"
Hamami : "Ya Memek namanya mba"
Tampaknya dulu om Hamami masih tidak tahu bahwa ada istilah "nama panjang" dan dia juga tidak tahu bahwa kata "memek" sangat rancu bila dikumandangkan di pusat perbelanjaan ibukota. Masa ntar mba-mbanya harus ngomong begini : "Panggilan panggilan terhadap Memek, ditunggu oleh saudaranya di bagian informasi, terima kasih"?
Siapa memek? Memeknya siapa? Nah loh kan bisa 2 arti.
Akhirnya pembicaraan konyol itu dialihkan dan diteruskan oleh Om saya yang lain yang lebih tua daripada si om Hamami membuat petugasnya makin bingung.
Untung saja cepat ketemu, kalau tidak saya tidak bisa cerita hal ini kan hehehe.
3 komentar:
haha di post juga tentang ini.
emang tuh si Holy jadi punya gelar baru dia haha
hahahah berbanggalah dia
hahahaha kocak banget cul
Posting Komentar