saya marah, saya sedih, saya merasa brengsek, saya keluar dari tata krama, lagi.
di pojokan itu, saya terpuruk dan pelampiasan terjadi.
seorang kerdil mencatat bagai malaikat.
telefon berdering, jantung berdetak, kencang.
suara pilu, nada kecewa isyaratkan "Kenapa kamu kembali seperti dulu? Ssst, jangan sampai beliau tahu. Jangan..."
berakibat nafas satu-satu.
bumi dipijak, rumah saya hanyalah tinggal perabotan dan bayangannya.
kemudian sunyi dipecah oleh nada tak beraturan dari telefon.
suara pilu lagi.
saya tahu, ternyata beliau tahu.
lagi-lagi, saya mengecilkan yang sekarang dan malah membesarkan yang kemudian.
nilai saya habis malam itu.
saya tidak lagi menjadi intan atau pun emas 24 karat mereka lagi.
saya mengendap bersama bantal dan guling yang sudah terlanjur basah.
mengadu dan meraung ke berbagai pihak.
bersiul dan bernyanyi lagu bertema sama.
demi menenangkan diri untuk besok.
sambil berandai.
bila plagiat malaikat itu tak ada, pastilah saya yang akan pura-pura menjadi malaikat.
esoknya, saya dipanggil oleh kerdil jahanam itu.
tangan kecilnya mengenggam erat lengan saya.
saya yakin dia ingin meniru malaikat pencabut nyawa yang ia jadikan sebagai idola.
lalu saya tiba di sebuah ruangan jabatan atas.
bersanding bersama seseorang yang mengenakan kostum berkerah dan topeng intelek.
ya tentu, saya kenal beliau.
si kerdil duduk di seberang memperlihatkan catatan buruk saya.
orang bijak duduk di samping kerdil itu mengeluarkan wejangan yang tidak penting.
si kerdil, orang bijak dan beliau berceloteh menjaga nama baik mereka masing-masing.
sama-sama bermain sandiwara pengadilan dengan mengangumkan.
menuntun saya ke dalam status terdakwa secara kolektif.
drama itu berakhir dengan surat pernyataan, jabatan tangan dan sebuah kalimat kejam dari beliau.
maaf dari saya pun mengantar beliau pergi.
ini bukan tentang cinta atau pun program termehek-mehek.
melainkan tragedi, tragis.
3 komentar:
cul gue ga ngertiiiiiii
heheh maaf ya emang gue bikin agak blur. abis jelek banget sih ceritanya wakkakak.
gue kasih tau detailnya ntar aja di sekolah jo okee
Posting Komentar