Sabtu, Juni 27, 2009

Rasa Sayange, Rasa-Rasanya Aku Tidak Tau

Boleh ya sekiranya saya membahas tentang cinta, perasaan yang tidak bisa didefinisikan secara pasti itu. Ada yang bilang cinta itu ketika semuanya menjadi buta (ini menurut orang-orang yang telat bayar tagihan PLN). Ada yang bilang juga cinta itu ketika semuanya menjadi indah (ini menurut orang doyan yoga). Ada yang bilang juga cinta itu membuat semuanya tidak memerlukan logika (ini menurut orang-orang berintelek rendah). Ada yang bilang juga cinta itu air mata (ini menurut anak emo dan orang putus cinta). Ya semua definisi-definisi umum yang sering didengar. Relatif sih. Tergantung orangnya.
Sampai kini, saya belum bisa mendefinisikannya. Jangan cinta deh, mungkin lebih ke rasa sayang ya. Saya belum bisa memetakan, mana yang saya sayang dan mana yang sekedar saya kagumi. Bisakah anda membantu saya? Saya bosan mendengar pertautan antara hati dan logika saya, seperti ini.

Seseorang mengemis status sebagai pendampingmu selama hampir 2 tahun lebih, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu sabar menunggu kamu untuk lepas dari orang-orang lain selama 2 tahun itu pula, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu yang rela berbuat apa saja demi kamu bahagia, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu yang tahu segalanya tentang kamu dan tempat kamu untuk bercurah selama ini, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu yang ada di saat kamu merasa terancam, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu yang mampu membuat kamu seperti anak kecil dan orang dewasa dalam waktu yang bersamaan, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu bisa menjaga kamu dan memperlakukan kamu layaknya ratu sejagat, apakah ia pantas disayang?
Seseorang yang masih bisa sabar di kala ia marah denganmu dan memaafkanmu saat itu juga, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu yang mengkhawatirkan kamu bila belum pulang, apakah ia pantas disayang?
Seseorang itu yang mau menghabiskan sebagian gajinya untuk kamu, apakah ia pantas disayang?
Seseorang seperti itu, apakah ia pantas disayang?
Secara logika, tentu saja.

Tapi hati saya berargumen.
Seseorang yang mampir tiba-tiba kemudian membuat kamu penasaran dan ingin memilikinya, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang yang membuat kamu rela melakukan apa saja agar dia tetap di radius kamu, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itu yang membuat kamu ingin tahu segalanya tentang dia dan kamu ingin menjadi tempat bercurahnya, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itu yang menjadikan kamu untuk selalu ingin di dekatnya, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itulah yang ingin kamu lihat kekanakkannya dan kedewasaanya sekaligus, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itu yang kamu idamkan untuk memperlakukan kamu seperti wanita sejagat dan menjaga kamu layaknya sekuriti, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itu yang membuat kamu tetap bersabar dan memaafkan dia ketika dia berbuat salah, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itu yang membuat kamu selalu cemas karena kamu butuh kabar dia setiap jamnya, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itu yang membuat kamu selalu khawatir karena sampai tengah malam dia belum pulang ke rumah, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang itu yang menjadikan setiap lembaran rupiah tidak berarti bagimu, apakah dia yang pantas kamu sayang?
Seseorang seperti itu, apakah dia yang pantas kamu sayang?


It's all about loving and beloved. Which one do you prefer? Any advice, please?

Image and video hosting by TinyPic

Tidak ada komentar: