Sabtu, Oktober 25, 2008

24, Angka Sakral- bagian kedua

Jam 4 saya bersiap-siap untuk bertemu dengan PiC. Yang saya siapkan tidak semulus paha tante girang dan yang saya rencanakan.
Panik dan buru-buru bukan main.

Semakin dekat dengan Balai Sudirman, deg-degan. Excited.
Sampai-sampai saya lupa berdandan dan menyisir rambut padahal ini acara kawinan.

Begitu sampai, yang berjanji dengan saya belum datang dan disitu ada 3 pernikahan. Saya tidak punya undangan dan tidak tau nama mempelainya. Saya hanya tau ini adalah pernikahan kakaknya teman saya.

Saya bergegas mencari toilet di luar gedung, karena tidak mungkin saya masuk ke toilet dalam gedungnya yang sudah ramai dengan penerima tamu.

Menurut Security, ada di pojok kiri. Tapi kata mas-mas tidak ada toilet di luar. Saya balik lagi dan bertanya lagi ke Security lain, memang ada di pojok kiri.
Ternyata toiletnya bukan toilet yang saya harapkan untuk berdandan. Hanya sebatas jamban dan ember. Intinya, saya percuma muter-muter tadi.

Saya akhirnya mencoba masuk ke dalam satu gedung yang ternyata memang pernikahan itu yang ingin saya hadiri dan saya berhasil masuk ke toilet tanpa hadangan dari penerima tamu.

Membuka pintu toilet saya berteriak kaget karena ada mba cleaning service duduk di pojokan.
Horor.
Saya langsung membubuhkan sedikit bedak, mendempul jerawat dan leave on pada rambut yang padahal tadi sudah dikasih conditioner. Efek halusnya ga kira-kira. Ya memang saya ingin tampil "pol" malam ini, untuk seseorang.

Lalu seorang wanita masuk dan kaget berteriak juga seperti awalnya saya. Begitu juga dengan pengunjung berikutnya.

Saya keluar toilet dan memilih menunggu di luar. Handphone saya berbunyi, 1 new message.
"Dimananya cul, ketemu gue jgn triak ya"

Saya langsung berpikir aneh-aneh terhadap tampilan PiC saya dan terkaget dengan panggilan dari belakang saya.

"....Mba,"

Saya menoleh ke belakang dan berteriak hingga sekitar pun kaget. Jeleknya bukan main.
(Entah kenapa malam ini dipenuhi dengan teriak)
Lalu saya menyadari bahwa dia bukan PiC saya. Saya lupa pakai kacamata.

Mas-mas : "Mba, ya ampun Mba. Saya cuma mau ngasih tau, kalo mau nunggu di dalem aja.."
Saya : "Hehe iya Mas, maaf ya maaf."

Lalu sesosok pria muncul di depan saya dengan rambut sedikit ikal, mata sayu, kacamata besar, arloji mati, kemeja dikancing sampai atas, celana bahan dan sepatu ABRI.
Di mata saya, sosok itu tampan. Kriteria yang aneh memang.
Dan itu PiC saya, and the geng.

Lalu kami berjalan beriringan dengan 1 tujuan, makan gratis.

Menikmati malam di tengah keramaian bersama lelaki tersayang, disertai kejutan-kejutan kecil. Mulai dari poni, gambar, penampilan, canda dan hal lainnya yang membuat saya sedikit bergetar gugup.


Malam ini semuanya menyenangkan, karena hari ini tanggal 24 Oktober!

Tidak ada komentar: