Seperti biasa, posisi favorit saya adalah meringkuk di dekapannya. Saya merasa aman dan tentu nyaman. Saya masih menangis sesenggukan dan dia mengelus lembut rambut saya. Dia mulai bercakap dan kalimat-kalimatnya menenangkan saya.
Sore itu kami langsung mencari tempat makan karena sama-sama telat makan. Sepanjang perjalanan, dia sempat kesal karena saya membuat janji dengan teman saya untuk dijadikan model foto.
"Pacar aku, bukan sesuatu yang bisa dieksplotasi" katanya begitu, akhirnya membuka mulut.
Anehnya, reaksi saya biasa saja. Saya malah nurut.
Dia meminta maaf karena keegoisannya. Tapi saya merasa tidak ada masalah dengan hal itu.
Menyinggung soal berpakaian, saya juga tidak apa-apa.
"Kamu tau darimana kalo aku gak mau kamu berpakaian kebuka?
"Umm.. Feeling.."
"Feeling?"
Ya, selama pergi bersama dia saya berusaha berpakaian tidak berlebihan. Pernah saya memakai blus tanpa lengan dan saya meminjam sweaternya.
Entah kenapa saya mau melakukan hal-hal yang tadinya menurut saya konyol itu. Padahal, biasanya saya tidak pernah mau diatur sama sekali. Seharusnya reaksi saya marah dan mengancam macam-macam. Tapi kenapa ini tidak? Aneh.
Saya malah menurut, mengangguk dan tersenyum.
Seusai makan, saya merias diri untuk sesi foto nanti. Dia memperhatikan gerak gerik saya dan saya merasa salah tingkah.
"Itu dibersihin dulu dong mukanya."
"Ya tinggal pake alas bedak aja kok selebihnya biar dipakein temenku."
"Sini."
Dia mengambil tisu dan menyapukannya ke wajah saya. Lembut.
Saya malah cengengesan. Senang sekaligus gugup. Sering saya berada dalam jarak sedekat ini, namun saya tidak pernah segugup ini. Benar kata orang, di saat-saat seperti ini, rasanya saya ingin waktu berhenti. Menyenangkan sekali diperlakukan seperti itu. Beberapa kali dia sempat berucap, "Kamu cantik." dan itu membuat saya makin melayang, senang. Dia juga berkali-kali membuat saya tertawa dengan tingkahnya.
Setelah sampai di Taman Menteng, dia masih setia menemani sampai akhirnya dia harus bekerja. Sebelum pergi, dia sempat menenangkan saya kembali.
Sebuah dekapan dan kecupan di kening.
Serta sebuah genggaman tangan.
Semua yang dia lakukan, sudah lebih dari cukup.
Mengutip dari "Nick & Norah Infinite Playlist" yang kemarin kami tonton;
"Look, other bands, they want to make it about sex or pain, but you know, The Beatles, they had it all figured out, okay? "I Want to Hold Your Hand." The first single. It's effing brilliant, right?... That's what everybody wants, Nicky. They don't want a twenty-four-hour hump sesh, they don't want to be married to you for a hundred years. They just want to hold your hand."

Gambar : flickr
It's going to be really hard, we're gonna have to work at this everyday,
but I want to do that because I want you.
I love you, VinIt's going to be really hard, we're gonna have to work at this everyday,
but I want to do that because I want you.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar