Minggu, November 23, 2008

Delapan belas, Delapan Sebelas - versi saya

Sabtu, hari H!

Bangun pagi-pagi bukannya sholat, tapi saya malah sibuk memperbaiki tampilan kue. Dari segi rasa saya sudah pesimis, dominan rasa mentega. Tampaknya saya salah takaran. Satu-satunya cara adalah menambah coklat beku di atasnya karena ga mungkin lagi untuk membuat ulang. Kue siap dan saya sudah rapi, saya berangkat menuju tempat yang dijanjikan dengan PIC, yaitu Blok M dan Monas. Tapi saya lupa menyiapkan lilin dan mencetak foto. Akhirnya saya kelabakan mencari tempat cetak foto dan Indomaret. Masih sempat-sempatnya pula saya menempel foto untuk memeriahkan kartu ucapan di dalam bis. Hal kelabakan itu menyebabkan saya ngaret 3 jam, saya baru sampai sana jam 1 siang.

Seperti orang mudik, saya bawa 2 tas besar. Tas yang satu untuk barang-barang pribadi saya seperti dompet dan lainnya. Sedangkan yang satu lagi terisi dengan 1 loyang kue (karena kuenya tidak mau lepas dari loyang, jadi saya bawa sekalian dengan loyangnya) dan kartu ucapan besar tadi. Saat turun saya sempat kebingungan dimana Blok M Plaza berada. Akhirnya saya bertanya jalan pintas dari terminal menuju BP. Kata abang penjual minuman tinggal melewati taman, tapi dalam keadaan terburu-buru yang saya tangkap adalah : masuk ke dalam taman. Cukup lama saya tersesat di taman yang isinya orang pacaran itu. Tidak tau pintu keluar, saya menelfon PIC saya sambil terus mencari pintu keluarnya. Sempat tersandung 2 kali dan ditertawakan pasangan pacaran disana.

Saya : “HUEEEE, NGEE DIMANA? AKU NYASAAAR!”

PIC : “Emang kamu dimananya?”

Saya : “Ga tau, di taman gitu. Sebrangnya BP. Eh yauda deh aku kesana ya, dah.”

Saya seperti melihat oase di padang pasir, saya melihat pintu keluar! Ternyata itu pintu masuk yang tadi dan berarti daritadi ngapain saya berputar-putar di taman gembel itu?

Saya langsung berlari tergepoh-gepoh. Dan tak lama sesosok pria datang di belokan, mengejutkan saya. Saya lemas dan terduduk di tengah jalanan umum. Saya yang niat nyusul PIC saya kok malah dia yang menemukan saya duluan. Saya kehabisan kata, keringat dan nafas. Dia menuntun saya ke McD.

Saya tak bisa tenang, tidak terkendali. Saya lalu memulai cerita dan memberikannya kado sketchbook beserta kartu ucapan besar itu. “Ya kali, Cul…”

Soal kue saya berencana ngasihnya di lantai tertinggi Monas. Tapi saya keburu keceplosan bilang bahwa tas itu berisi loyang kue saat di jalan menuju Monas. “Ya kali…”

Sial, saat itu Monas sedang direnovasi. Jadi tidak bisa masuk ke dalam. Yasudah kami hanya berjalan mengitari taman dan akhirnya duduk di bawah pohon, sekilas tempat ini mengingatkan saya akan adegan menari a la Bollywood. Tapi, duduk berjam-jam sambil mengobrol disitu sangat menyenangkan.

Saya mulai mengeluarkan loyang kue cacat itu, pisau, lilin dan korek. Kemudian dia memilih lilin berwarna pink (sebagai pengganti merah), kuning dan hijau. "FYUUUUUH" lilin pun mati dihembus angin, terus-terusan begitu sampai akhirnya bisa juga sang lilin bertahan lama setelah angin diancam oleh PIC saya.

Dia langsung memotong kue dan saya menyarankan langsung memakannya dari pisau, karena saya lupa bawa piring (maaf ya, Nge!). Saya sudah takut saja dia akan melepeh kuenya, tapi ternyata dia suka sekali :)

Saya agak ragu untuk melakukan sesuatu yang saya rencanakan, sesuatu balasan dari tolakan yang saya buat. Tapi setelah membuang nafas berulang kali, saya memilih dengan mantap untuk melakukan hal perdana saya itu…

“Nge, aku mau ngomong…”

“…………………………………”

“Lahir batin aku…bla…bla…bla…”

Saya lupa apa yang saya ucapkan persisnya seperti apa. Tapi setelah anda klik link hijau dan link hijau titik-titik tadi sudah dapat gambarannya kan?

Ini adalah beberapa foto pada hari itu.

















Senyum kami saling merekah dan mata kami bertemu di satu titik.

Satu perasaan yang sama, perasaan saling menyayangi.

Satu harapan yang sama, bahwa pertemuan ini bukanlah hanya sekedar fase sementara.

Semua itu berujung pada kata Amin dan Alhamdulillah.


Sekali lagi, selamat ulang tahun Philosophia!

7 komentar:

Philosophia mengatakan...

FUCKSHIT!

I thank you banget deh ngeeee pokoknyaaaaaaaaa......


agak agak melting - melting gimanaa gitu

hahahah

levyeeee!

Aisha Sevina mengatakan...

hehe iya sama sama nge.
fyi, aku seneng akhirnya perasaan kayak gini ada lagi.
perasaan yang ngebuat aku mau susah payah kayak gini.

levyetooooooooo ;]

Philosophia mengatakan...

iyah

terimakasih ya nge sudah rela berkorban

besok besok relain aja yang lain lain (halah kenapa orientasi omongannya jadi gak bener gini?)

Aisha Sevina mengatakan...

iyadah, tp aku gamau relain kamu ha ha ha

Philosophia mengatakan...

makanya

potong poni bilang bilang

Aisha Sevina mengatakan...

haruskah nge, oh ayolah...

Philosophia mengatakan...

hahaha

nggak kok