Akhirnya saya meledak.
“Hey, hey… Please don’t cry… I’m the evil one, not you.”
Saya semakin meledak.
3 kali saya melakukan kesalahan dalam kurun waktu 1 tahun lebih, secara sadar.
Mulut saya berbelit cerita masa lalu itu.
Saya hanya berucap, tidak berani menatap.
Dia terus mendengarkan, memutar arah haluan. Makin menjauhi rumah saya.
“Maaf… Aku yang buat kamu jadi kayak gitu.”
Saya kaget, ini salah saya. Total fatal.
Saya merasa brengsek, bajingan tengik. Saya semakin tenggelam dalam perasaan bersalah.
“Tampar aku, balas aku. Biar aku lega.”
Dia menggeleng, mengusap rambut saya.
“If I have a girl in the future, I’ll still remember you.”
Lagu-lagu yang mengalun, mendeskripsikan suasana kala itu.
“Congratulation, be a good girl for him. Say Hi to him, from me.
I still love you.”
1 komentar:
meledak? petasan teko kali
hahahah
emang ngalun gitu yah sesuai sama suasana hati
aku juga pernah, nge kaya gitu
lagunya juga pasti kamu tau
"Untaian kata-kata yang kuucapkan untukmu
Tak seindah kata cinta yang dia berikan padamu"
Posting Komentar